Berwisata ke Bangkok Tidak Akan Pernah Puas

“Libur telah tiba, libur telah tiba hore hore hore!” sepenggal lirik lagu dari Tasya ini cocok banget rasanya buat liburan lebaran kali ini. Bagaimana tidak, selain tiket menuju Bangkok sudah berdiam manis di dalam tas ransel saya dan pastinya setiap libur lebaran saya  akan pergi holiday bersama dengan keluarga. Liburan tahun ini lebih spesial karena  saya akan pergi liburan dengan keluarga dan jumlah kami adalah 13 orang. Cukup ramai kan untuk suatu acara liburan keluarga? (ini sih cocoknya acara reunian). But no problem karena menurut saya liburan dengan banyak orang akan terasa lebih asik daripada sedikit. Selain ada teman ngobrol, tentunya akan ada yang bakal jadi juru foto kita hahaha.

Pesawat yang membawa kami ke Bangkok sudah mendarat di Don Mueang Airport. Sampai di pintu ketibaan kami pun langsung di jemput dengan uncle Phin (beliau yang akan menjadi pemandu kami selama berada di Bangkok nanti) dan sebuah mobil minibus. Tetapi sebelum itu beberapa dari kami menyempatkan diri untuk mengganti sim card dengan sim card lokal yang harganya tidak seberapa mahal dan kuota internet disesuaikan dengan berapa lama kami akan stay di Bangkok tentunya (pilihan paket untuk stay di atas seminggu akan semakin mahal pastinya).

Keluar dari daerah bandara kami pun disambut dengan macetnya kota Bangkok saat akan menuju hotel kami. Kota Bangkok memiliki aura yang sama dengan kota Jakarta, mulai dari pemikiman kumuh, air sungai yang kecokelatan sampai dengan kemacetan yang sama parahnya. Sulit rasanya membayangkan kalau sekarang kami berada di luar negeri kecuali ketika saat melihat huruf aksara Thai di sepanjang reklame jalanan. Ada suatu fenomena unik yang kulihat di Bangkok yaitu, meski semacet apapun tidak akan terdengar suara klakson (kata uncle Phim karena orang Thailand itu sabar-sabar)

Salah satu pemandangan dari hotel tertinggi di Bangkok (Baiyoke Sky Hotel).

 

  • Damnoen Saduak Floating Market

Pasar terapung menjadi tujuan pertama kami. Perjalanan menuju Damnoen Saduak ini memakan waktu kurang lebih 2 jam. Perjuangan pun belum berakhir, kami masih harus menaiki sampan motor melewati kanal-kanal sempit dengan air kecokelatan. Tak jarang sampan pun harus menghentikan lajunya ketika akan mengambil ancang-ancang untuk berbelok. Sampan kecil dengan riak air yang tidak karuan akibat dari ada sampan lain yang lewat membuat kami bergoyang-goyang dan sedikit khawatir akan terjatuh ke dalam sungai hahaha. Bayangkan kalau sampan kami terbalik bisa-bisa rencana hari ini semuanya hancur total tal tal.

Sampan motor kami melewati kanal kecil dengan air kecokelatan.

Sekilas penampakan Damnoen Saduak ini mirip dengan pasar terapung yang ada di Banjarmasin tetapi ini lebih sempit. Barang yang dijajakan pun beraneka ragam mulai dari makanan, pakaian, pernak-pernik sampai hewan peliharaan. Menawar barang harus menjadi ilmu dasar yang dimiliki oleh setiap wisatawan yang datang, karena selisih harga yang dijual disini lumayan jauh dibanding yang dijual di tempat lain. Jangan khawatir soal bahasa, setiap penjual biasanya punya kalkulator kok jadi kalau mau nawar tinggal ketik aja angkanya.

Situasi Damnoen Saduak yang di ambil dari tengah jembatan.

 

Wisatawan tampak dari salah satu sudut pasar.

 

bd8f5056-064a-4cdc-9d05-f654c442adbc
Jamin deh gak bakal ada yang beli kalau ularnya segede gaban gitu hahaha.

 

  • Kuil Cantik di Thailand

Tak lengkap rasanya kalau bertandang ke Thailand tanpa melihat pesona kuil cantik yang bertebaran di seluruh penjuru Thailand. Kali ini pilihan kami jatuh kepada Wat Traimit (Wat sebutan orang Thailand untuk kuil atau vihara). Kalian percaya gak sih kalau saya bilang ada emas utuh seberat 5 ton dipajang disini? iya 5 ton utuh, tidak disepuh, dan bukan potongan kecil.

Pengunjung tampak khusuk berdoa di hadapan patung Buddha.

Ya patung Buddha ini adalah bukti nyatanya hahaha. Ini adalah patung Buddha emas terbesar di dunia. Ada kisah menarik dibalik patung Buddha yang tak ternilai harga nya ini. Menurut cerita dari pemandu kami, patung ini sempat disembunyikan dan disemen oleh orang Thai saat terjadinya perang antara Thailand dengan Burma (sekarang Myanmar). Seiring berjalan nya waktu lapisan semen itu pecah dan akhirnya patung Buddha emas ini terkuak.

Coba bayangkan kalau patung Buddha ini jatuh ke tangan negara lain? Thailand pasti akan merugi, sudah rugi kehilangan aset sejarah eh kehilangan pula emas negara sebanyak 5 ton. Untuk melihat patung Buddha yang amazing ini kami harus menaiki anak tangga yang lumayan membuat ngos ngosan, belum lagi ditambah dengan panasnya matahari jadi bau ikan asin dah tuh badan. Di sini pengunjung juga dapat berdoa dan memberi sedikit sumbangan untuk mendapatkan air suci dalam bentuk botolan di atas altar (gak ada yang jaga sih tapi jangan nyolong ya).

Foto Raja Bhumibol tampak dipasang di depan tangga utama kuil.

 

Wat Traimit cantik kan? nah patung Buddha nya berada tepat di bawah pagoda yang tinggi itu.

 

Bangunan Vihara di depan Wat Traimit.

 

Patung Buddha yang terdapat di halaman Wat Traimit.

 

Pengunjung tampak meminta berkat dari seorang Bhante.

Sesudah dari Wat Traimit kami pun berpindah ke Wat Pho. Teriknya matahari sudah tidak terlalu menyengat. Untuk masuk ke kompleks Wat Pho ini pengunjung dikenakan tarif sekitar 50/100 THB atau sekitar 45.000 IDR. Harga yang cukup murah dibayar untuk melihat patung Buddha berbaring raksasa yang mempesona dan berfoto di  spot yang instagramable.

Wat Pho icon.

 

Reclining Buddha nya gede kan? liat aja tuh manusianya aja sekecil itu.

 

Pada telapak kakinya terdapat 108 simbol keBuddha-an yang berkilau.

Masuk ke dalam bangunan utama Wat Pho ini kami pun diwajibkan untuk melepas alas kaki. Jangan takut hilang karena di depan pintu masuk sudah ada seorang wanita yang membagikan kantongan kresek untuk memasukan alas kaki. Tak perlu waktu lama untuk melihat patung Buddha berbaring itu karena ukuran nya yang jumbo, dari luar saja sudah kelihatan.

Dikarenakan banyaknya pengunjung dan sempitnya ruangan, mengambil foto patung ini secara keseluruhan sungguh tidak memungkinkan. Melihat ramainya pengunjung yang bedesak-desakan sudah membuat saya malas untuk berfoto, kalaupun kalian mau berfoto dengan latar belakan patung yang super panjang ini tidak perlu cemas karena sudah disediakan beberapa spot foto berupa kayu yang agak menjorok kedalam sehingga kita dapat berfoto dengan latar belakang patung Buddha ini (tapi ingat harus antri ya).

Ada satu hal yang harus diperhatikan dan di ingat kalau kalian merencanakan akan pergi ke tempat-tempat suci di Thailand. Pakaian yang sopan adalah suatu kewajiban dan keharusan walaupun ada beberapa tempat yang akan meminjamkan kain kepada wisatawan yang menggunakan celana pendek, tapi kalian gak mau kan kalau foto ootd hancur hanya karena kain yang menggantung di pinggang kalian?

Sesudah melihat reclining Buddha ini kami pun beranjak keluar berlomba untuk mencari spot foto yang instagramable. Rasanya kami ingin berfoto di semua sisi Wat Pho ini. Bagaimana tidak? hampir disemua area Wat Pho ini sangat cocok dipakai untuk berfoto. Stupa-stupa raksasa dengan mozaik dari keramik warna-warni serta tambahan ornamen bunga, menjadikan stupa-stupa ini cantik dan menarik. Bangunan kuil dengan tanduk keriting khas Thailand juga tersebar di area Wat Pho ini. Bangunan ini terlihat berkilau dari kejauhan karena bagian tantuk ini terbuat dari kumpulan mozaik kaca yang berwarna emas dan silver so authentic.

Foto ala-ala dulu ah hahaha.
Pagoda-pagoda yang tinggi menjulang di sekitaran Wat Pho.

 

Ada juga nih stupa-stupa kecil yang cocok dijadikan latar foto hahaha.

 

  • Makan Malam di Atas Sungai Chao Phraya

Dinner di atas kapal cruise woahh kebayang kan gimana serunya? yah biasa aja sih sebenarnya soalnya cuman sekedar dinner aja sih. Maybe karena bukan kapal pesiar gede yang ada kamar-kamarnya gitu seperti kapal pesiar yang keliling dari Singapura dan Bangkok itu kali ya makanya saya biasa aja? Untuk naik cruise nya ini berangkatnya dari Mall River City Bangkok nah persis  di belakang mall nya itu langsung sungai Chao Praya. Sebelum memasuki cruise, kami harus mengantri berjubelan dengan ratusan wisatawan lain nya yang juga memiliki tujuan yang sama.

Sesampainya di atas kapal, sudah terlihat beberapa menu makanan yang disajikan di atas meja di bagian sudut ruangan. Nah setelah kapal berjalan tanpa dikomando lagi kami pun langsung gercep mengambil piring dan makanan (makanan nya all you can eat) makanan nya sih standard aja tapi saya tidak perduli dengan rasa makanan nya soalnya memang tujuan saya naik kapal ini ya hanya untuk merasakan sensasi nya saja bukan untuk fokus di makanan.

Makanan nya ada banyak kok, ini sih cuman sebagian saja.

Di dalam kapal pun kita gak perlu takut bakal bosan soalnya kita akan dihibur dengan musik dan nyanyian. Suasana di dinner cruise ini sebenarnya romantis tetapi berhubung jomblo makanya saya tidak terlalu menikmati. Sehabis makan, saya pun beranjak ke bagian atas geladak kapal dan tebak apa yang saya lihat? yap, sungai Chao Phraya yang indah dibandingkan di siang hari. Lampu dari bangunan di pinggiran sungai tampak sangat indah, bahkan saya dapat melihat Wat Arun dengan jelas. Saking indahnya dan sejuknya udara malam saya pun berdiam diri memandangi sungai Chao Phraya dari atas geladak sampai acara selesai. Waktu yang diberikan kita untuk melintasi sungai Chao Phraya ini kurang lebih sekitar 1 atau 2 jam. Rutenya pun dari Mall River City itu kita akan melewati jembatan Rama VIII dan kita akan dibawa memutar sebanyak 2/3kali (seingat saya sih begitu).

Rama VIII Bridge

 

Pemandangan malam hari di pinggir sungai Chao Phraya

Apakah liburan di Thailand telah usai?no no no! tenang, liburan masih berlanjut kok (meskipun gak lama lagi balik Indo sih). Masih ada Pattaya, tetapi di tulisan selanjutnya ya.

Advertisements
Categories:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s