6 Kuliner Yang Boleh di Pertimbangkan Saat di Bali

Setuju gak kalau pulau Bali adalah surganya wisata kuliner? mulai dari warung kaki lima sampai sampai restoran mewah dapat kita temukan dengan mudah. Cita rasa yang ditawarkan pun sangat beragam, mau yang western ataupun asian tinggal pilih sesuai sesuai selera dan kecocokan di lidah serta budget yang dimiliki. Sekedar mengingatkan, review kuliner ini menurut pendapat penulis sendiri jadi kalau ada perbedaan atau ketidaksetujuan harap dimaklumi. (Baca juga bersantai ala bule di pulau Bali).

Selain untuk liburan dan bersantai, kedatangan saya bersama teman di pulau Bali ini sudah tentu saja tidak lepas juga dari wisata kuliner. Setelah perpisahan yang cukup lama dengan kuliner Bali, tentu saja menyimpan kerinduan tersendiri bagi kami sehingga ingin rasanya untuk mencoba berbagai macam kuliner kalau saja perut kami tidak bisa kenyang hahaha.

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam ketika saya baru sampai di hotel dan meletakkan semua barang di dalam kamar, teman saya lalu mengajak makan. Wah! akhirnya energi yang terkuras akibat macet di jalanan dapat terisi apalagi sedari tadi saya belum memakan apapun.

 

1. Babi Guling Ibu Dayu

Setelah memacu mobil rental kami, kami pun sampai di sebuah warung tenda sederhana di pinggir jalan raya kuta yang bertuliskan ” Warung Babi Guling Ibu Dayu” dengan seekor babi guling di etalasenya.  Melihat kondisi meja makan yang telah terisi penuh mengharuskan kami untuk bersabar mengantri sejenak. Tampak para pengunjung sangat lahap menyantap nasi campur yang disuguhkan, kami pun memesan hidangan yang serupa.

Seporsi nasi campur babi sudah ada di depan mata. Seporsi nasi campur ini berisikan nasi tentunya, sate babi, kerupuk babi, babi guling, kulit babi guling, daging babi yang sepertinya dimasak kecap, sambel, lawar dan semangkok kuah. Cita rasa pedas dan manis dari satenya begitu terasa hingga membuat saya pun harus bercucuran keringat dan hidungku meler. Begitu mengetahui rasa pedas satenya saya langsung buru-buru menyingkirkan sambel yang tak berada jauh dari sendok. Satenya enak meskipun cukup pedas akan tetapi sangat disayangkan teksturnya sedikit keras

Nasi babi guling dengan sate.
Nasi babi guling tanpa sate.

Rasa gurih dan renyah dari kerupuk babinya membuat kami memesan seporsi kerupuk babi sebagai cemilan. Selain daging yang empuk, ada satu yang paling saya suka yaitu kuah gurih kekuningan yang berempah berisi potongan seperti labu siam di dalamnya.

Warung Babi Guling Ibu Dayu – Jalan Raya Kuta No. 116, Kuta, Bali. Buka: 19.00-02.00.

 

2. Sisterfields Cafe

Siapa yang tidak kenal kafe hits yang satu ini? Kafe ala brunch ini letaknya tidak jauh dari Seminyak Square. Kepopularitasannya membuat kafe ini membentangkan sayapnya dengan membuka cabang baru di Jakarta yang terletak di kawasan PIK. Sampai di depan Sisterfields kami pun harus menunggu karena pengunjung yang datang cukup ramai. Harga yang ditawarkan Sisterfields ini cukup mahal tetapi sesuai dengan porsi yang diberikan yaitu porsi kuli (baca: banyak). Di Sisterfields ini kami tidak melewatkan untuk berfoto di toiletnya yang instagramable dengan kata-kata quotes di kacanya.

Salah satu menu salmon yang lupa namanya apa.
Charcoal breakfast burger.
Sisterfields big breakfast.
Sisterfields dirty burger.

Sisterfields Cafe – Jalan Kayu Cendana No. 7, Seminyak, Bali. Buka: 07.00-22.00.

 

3. Sate Babi Bawah Pohon

Akibat kami semua bangun kesiangan dan suasana di Sense Sunset Hotel Seminyak membuat kami semua sudah pewe, akhirnya kami meng-gojek makanan yang simple dan gak ribet buat makan siang kami. Kalau ada yang tanya sate babi apa yang terkenal di bali pasti jawabannya sate babi bawah pohon. Sate babi bawah pohon ini adalah pilihan kuliner yang tidak boleh dilewatkan saat berada di Bali. Seporsi sate ini berisikan sepuluh tusuk dan biasanya dimakan dengan taburan garam ataupun cabai. Rempah dari sate ini cukup kuat sehingga meresap sampai ke dagingnya terutama rasa ketumbarnya dan itu enak banget. Daging dari sate ini menurut saya cukup alot dan kecil, sehingga gak bakal cukup kalau hanya makan seporsi aja.

Sate babi.

Sate Babi Bawah Pohon – Jalan Dewi Sri IV, Campuhan I, Legian, Bali. Buka: 08.00-21.00.

 

4. Dough Darlings & Sore Sore Artisan Ice Cream

Hujan gerimis di sore itu tidak membuat kami malas untuk mencari kuliner apa lagi yang harus dicoba selagi di Bali. Pilihan kami pun jatuh di sebuah toko donat yang berdiri berdempetan dengan sebuah toko es krim. Kedua toko ini merupakan satu kepemilikan, jadi kita tinggal pilih aja deh mau makan donat atau es krim. Kalau saya? ya dua duanya dong.

Pertama-tama saya memilih untuk mencoba es krim di kafe sebelahnya itu, rasa es krim yang ditawarkan cukup unik antara lain yang aku lihat ada campuran rasa bunga chamomile dan tolak angin, kemudian ada juga rasa cendol. Pilihanku pun jatuh di rasa cendol karena tidak teralu manis dan ada potongan cendol hijaunya serta rasanya cendol banget deh.

Es krim rasa cendol.

Nah di toko donat saya memilih dua donat klasik yaitu donat sugar glaze, cinnamon sugar dan chocolate cheese. Tekstur dari donat ini berbeda dengan dengan donat yang di jual di Dunkin apalagi Jco. Menurut saya teksturnya empuk, lembut dan tebal serta ukurannya yang menurut saya jumbo, sangat jauh berbeda dengan donat Jco yang ketika dimasukan di mulut dan langsung kempes bak ban motor kena paku. Pokoknya donat di sini juara banget.

Aneka macam donat yang ada di kafe ini.
sugar glaze, cinnamon sugar dan chocolate cheese.

Dough Darlings & Sore Sore Artisan Ice Cream  Jalan Petitenget No.22, Seminyak, Bali. Buka: 08.00-21.00.

 

5. The Nook

Kalau ingin makan enak dengan konsep area terbuka dengan hamparan sawah hijau tanpa harus pergi ke Ubud, mungkin The Nook boleh dijadikan salah satu alternatif pilihan. Makanan disini sih tidak jauh berbeda dengan restoran lainnya  seperti nasi goreng, hamburger dan pasta serta berbagai macam minuman.

Selamat makan.

Hamparan sawah hijau menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini, sehabis makan langsung deh cusss ke sawah buat foto-foto. Desain serta ornamen di tempat ini bertemakan alam seperti menggunakan benda-benda berbahan dasar kayu  dan anyaman. Di pojokan resto juga terdapat korner yang menjual berbagai macam souvenir kerajinan tangan yang menarik.

Salah satu sudut di The Nook yang menjual souvenir.
Cuss foto di sawah hijau.
Suasana The Nook.

The Nook – Jalan Umalas 1 Gang Nook No. 1, Kerobokan Kelod, Bali. Buka: 08.00-23.00.

 

6. Warung Nasi Bebek Ibu Rima

What?!?! jauh jauh ke Bali terus makan bebek goreng khas Jawa? itulah yang saya pikirkan waktu teman mengajak makan untuk makan malam di salah satu tempat makan di emperan jalan. Warung ini tidak jauh berbeda dengan warung emperan lainnya, ada sebuah gerobak dan tiga meja panjang.

Waktu melihat menu sih saya berpikir palingan juga rasanya sama seperti penyetan yang ada di Surabaya, karena kebetulan saya pernah berkuliah di Surabaya tentunya sudah hafal betul dengan rasa penyetan seperti ini. Saya pun memesan ayam gorengnya dan dari segi tampilan sih sama dengan penyetan di Jawa ada lalapan, sambel dan bumbu kuningnya tetapi versi ayamnya tidak di penyetkan.

Ayam goreng dengan bumbu kuning di atasnya dan lengkap beserta lalapan.

Tapi tunggu dulu, setelah dicoba rasanya berbeda lho, bumbu kuningnya ini berasa gurih banget berbeda dengan yang pernah saya makan dan sambelnya pedas mampus sampai buat keringat mengucur deras. Ini sih ayam goreng emperan dengan rasa terbaik menurut saya. Karena buka sampai jam empat pagi, tempat ini cocok jadi pelarian saat lapar tengah malam.

Warung Nasi Bebek Ibu Rima – Jalan Raya Kuta No.85, Kuta, Bali. Buka: 11.00-04.00.

Advertisements
Categories:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s